Minggu, 30 Oktober 2011

Beberapa bulan yang lalu saya mulai menggunakan Blackberry (Gemini). Ada masa dimana saya cukup puas dengan fitur & kemampuannya. Bagaimanapun, pengalaman kurang mengenakkan, keterbatasan dan kebutuhan yang lebih membuat saya melakukan migrasi dari BlackBerry ke Android. Lebih tepatnya, migrasi dari BlackBerry Gemini ke Samsung Galaxy Gio yang secara harga dan segmen pasar saya rasa cukup Imbang.


Ulasan singkat dari sisi harga
Harga dari BlackBerry gemini white yang saya gunakan dari pertengahan tahun 2011 ini adalah 1,800 juta. Samsung Galaxy Gio yang saya beli kemarin memiliki bandrol Rp 1,885 juta.

Mengapa hijrah ke Android
Setelah beberapa bulan menggunakan BlackBerry gemini white, saya menyadari beberapa hal:
  1. Ya, BlackBerry Messanger (BBM) merupakan suatu keunggulan. Masalahnya, saya tidak terlalu suka instant messenger. Lebih banyak distraktif-nya daripada produktifnya.
  2. Menghubungkan BlackBerry dengan device lain dikit ribet. Contoh: Mentransfer data menggunakan bluetooth, menghubungkan device ke jaringan wi-fi, huuuufff..
  3. Saya merasa “terperangkap” dengan skema data plan BIS. Sharing akses internet ke notebook dikenakan biaya tambahan di luar data plan BIS. Native browser-nya kurang oke.
  4. Kualitas kamera dan aplikasi-aplikasi-nya yang kurang memuaskan
  5. UI dan UX yang .. ah sudahlah
Kekurangan diatas bukan berarti BlackBerry gemini tidak memiliki kelebihan apapun. BlackBerry gemini memiliki berbagai kelebihan. Namun, dari penggunaan device ini saya belajar bahwa apapun keunggulan suatu produk, jika faktor yang membuat kecewanya lebih banyak, keunggulan itu akan terkubur dengan sendirinya. Bagaimanapun manusia adalah makhluk yang emosional.
Sementara itu, Samsung Galaxy Gio mungkin bukan android phone terbaik dan dikategorikan sebagai entry-level android phone. Pengalaman ber-android akan lebih “terasa” dengan Motorola Droid, Google Nexus atau Samsung Galaxy S II. Tapi android-ing dengan biaya Rp 1,885 juta? Saya menyebutnya persinggahan sementara dari kompleks BlackBerry di Android land sebelum berakrobat ria di iPhone heaven.

Omong-omong, ini yang saya bisa katakan dari menggunakan Samsung Galaxy Gio sejauh ini:
  1. Secara garis besar, kualitas material Samsung Galaxy Gio tidak bisa dikatakan wah. Yaa, entry level phone, maklum.
  2. Kualitas kamera jauh lebih bagus jika dibandingkan dengan BlackBerry Gemini.
  3. Menghubungkan android ke jaringan wi-fi ini luar biasa mudah.
  4. UI dan UX-nya lebih mudah dimengerti.
  5. Aplikasi-aplikasinya keren.
  6. Native browser berbasis webkit yang bisa dikatakan standar mobile browser untuk smartphone dewasa ini.
  7. Google centric. Sinkronisasi dengan produk-produk Google yang berjalan dengan sangat baik.
  8. Saya bisa bermain Angry Birds dimanapun sekarang. Hehehehe…
  9. Kemudahan dalam menginstall dan pemakaian aplikasi: yang kamu butuhkan hanya konfigurasi Google Account di awal, dan sisanya berjalan secara otomatis. Jauh sekali jika dibandingkan dengan pengalaman menggunakan AppWorld-nya BlackBerry.
Saya belum bisa berbicara banyak mengenai performa Samsung Galaxy Gio karena secara teknis saya baru membelinya kemarin dan belum banyak menggunakannya secara dalam situasi real. However, i feel so excited about this device. Saya akan mengabari lagi hal-hal menarik seputar penggunaan smartphone ini di post-post selanjutnya